Teh dan Diare

Secangkir Teh berkhasiat banyak

Secangkir Teh berkhasiat banyak

Teh yang dikonsumsi masyarakat Indonesia dengan sajian yang “aneh” bagi mereka yang terbiasa dengan cangkir dan poci, ternyata sudah mencapai angka 0,8 kg perkapita per tahun!! (wikipedia).Angka ini tergolong kecil seh bagi yang belum tahu, tapi bayangin aja yang ternyata tiap sajian ga sampe 0,3 mg. bagi orang Indonesia yang pernah mengalami masalah diare, hampir dapat dipastikan oleh kepluarga mereka ditolong yang pertama kali dengan terh kental tanpa gula. Tapi apakah ada kaitannya diare dengan teh?

Diare, orang kesehatan bilang sebagai kejadian yang nimpa manusia ampe berak 3-4kali sehari dengan bentuk tinja yang encer sebagai akibat dari pengaruh dari Bakteri , virus, parasit ( jamur, cacing , protozoa), Keracunan makanan/minuman yang disebabkan oleh bakteri maupun bahan kimia, Kurang gizi, Alergi, dan Immuno defesiensi.(infeksi.com) Sebenarnya penanganannya adalah dengan mengganti cairan yang hilang atau rehidrasi dengan air gula dan garam atau oralit yang sekarang banyak diproduksi misalnya, pocari sweat dan minuman sejenisnya. dalam kasus yang gawat biasanya bisa juga menimbulkan penderitanya mati kekurangan cairan tubuh.

Terus kaitannya dengan teh? Mari kita simak yang lewat berikut ini sebelum kita bahas y…
Negeri Cina dipercayai sebagai tempat kelahiran tanaman Teh. Kisah yang paling banyak diikuti tentang asal usul Teh, adalah cerita tentang Kaisar Shen Nung yang hidup sekitar tahun 2737 sebelum masehi. Kaisar Shen Nung juga disebut sebagai Bapak Tanaman Obat-Obatan Tradisional Cina saat itu. Konon
kabarnya, pada suatu hari ketika sang Kaisar sedang bekerja di salah satu sudut kebunnya, terlebih dahulu ia merebus air dikuali di bawah rindangan pohon. Secara kebetulan, angin bertiup cukup keras dan menggugurkan beberapa helai daun pohon tersebut dan jatuh kedalam rebusan air dan terseduh. Sewaktu sang Kaisar meminum air rebusan tersebut, ia merasa bahwa air yang diminumnya lebih sedap daripada air putih biasa, dan menjadikan badan lebih segar.
Daun yang terseduh kedalam rebusan air sang Kaisar adalah daun Teh. Dan sejak saat itu teh mulai dikenal dan disebarluaskan.
Kita balik ke diare lagi….

diarrheaTernyata di dalam setiap kita minum teh, tanpa sengaja kita sudah mengkinsumsi antioksidan yang bernama katekin, artinya bikin kulit kencang, ga gampang keriput dan ga mudah sakit. Pada daun teh segar, kadar katekin bisa mencapai 30% dari berat kering. Selain itu, juga teh mengandung teofilin (bahan aktif pada asthmasoho, yang mampu memnyembuhkan sesak napas), teobromin, dan kafein yang ada pada kopi yang merangsang kerja otak dan membuat tubuh terasa segar. Selain itu, peneliti Dr. Gail Sonenshein, mengatakan bahwa teh sama sekali tidak mempunyai efek samping yang merugikan. Karena itu, orang tidak perlu takut mengkonsumsi tiga hingga lima cangkir teh per hari. Menurut studi yang dipublikasikan dalam Journal of Cellular Biochemistry edisi Juli 2001, teh mengandung polifenol dalam jumlah besar. Kandungan senyawa polifenol yang sangat banyak dalam teh tersebut berperan sebagai pelindung terhadap kanker. Polifenol tergolong dalam antioksidan yang sangat ampuh. Senyawa ini akan menetralkan radikal bebas yang menjadi penyebab kanker.Di dalam saluran pencernaan, teh juga membantu melawan keracunan makanan dan penyakit macam kolera, tipes dan desentri. Prof. Dr. Sumarno Poerwo Soedarno, ketika menjabat staf ahli Menteri Kesehatan bidang teknologi kesehatan menyatakan kebiasaan minum teh dapat menurunkan angka serangan diare. Di dalam buku Shennong Bencao, Sennong mencatat 72 jenis tanaman beracun yang dapat dinetralisir oleh teh. Dengan kemampuan antibakterinya, teh membantu menghambat infeksi tenggorokan. Penelitian juga menunjukkan, meminum teh memperbaiki konsentrasi, ketajaman perhatian, dan kemampuan memecahkan masalah.
Kandungan lain yang ada di dalam teh adalah Asam tanat atau lebih dikenal dengan tanin yang juga terdapat pada daun dan buah jambu biji(Psidisium Guajava). Asam ini ternyata jika berinteraksi dengan makanan yang mengandung zat besi akan membentuk asam lain yang disebut sebagai Asam Tanin ferous oksidase yang menyebabkan usus halus tidak mampu menyerap zat-zat gizi makanan. Makanya bagi kalian yang kurang gizi, jangan minum teh setelah atau selama makan!! Pengaruh tanin ferous oksidase ini pada usus besar, tempat penampungan feses sebelum dibuang menyebabkan peristaltik usus justru meningkat (maaf revisi-2011), maka teh juga dapat membantu melancarkan buang air (untuk yang berminat). Untuk yang sedang diare, petuah2 tua itu bisa dipertimbangkan kembali (red; 2011). I'm in a diarrhea

I’m in a diarrhea
Iklan

2 comments on “Teh dan Diare

  1. -Asam ini ternyata jika berinteraksi dengan makanan yang mengandung zat besi akan membentuk asam lain yang disebut sebagai Asam Tanin ferous oksidase yang menyebabkan usus halus tidak mampu menyerap zat-zat gizi makanan. Makanya bagi kalian yang kurang gizi, jangan minum teh setelah atau selama makan!! Pengaruh tanin ferous oksidase ini pada usus besar, tempat penampungan feses sebelum dibuang menyebabkan peristaltik usus menurun(indomedia.com-
    wah maaf-maaf ni..ko teorinya agak berbeda dg yg saya pelajari..d faal itu justru teh akan MENINGKATKAN PERISTALTIK USUS, mungkin karena adanya tanin ferous oksidase yg menyebabkan penurunan absorpsi di usus.Jadi SEBAIKNYA, TIDAK MEMINUM TEH saat DIARE.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s