Hipertensi, Stress, dan Eksistensi Perawat Komunitas


Pemeriksaan tekanan darah berkala perlu untuk 'early finding' sebagai upaya menekan prevalensi komplikasi hipertensi

Indonesia terus mambangun, berkembang, dan bergerak beriringan diantara dampak positif dan negatif perkembangan. Pergerakan dan pertumbuhan masyarakat besar-besaran terjadi di mana-mana. Modernisasi menciptakan lapangan-lapangan kerja yang menyerap banyak tenaga kerja, memunculkan banyak wirausahawan baru, dan bidang-bidang usaha baru. Di lain pihak, mau tidak mau kaum urban dan marjinal harus terus mengejar kesenjangan terutama di bidang  sosial ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Hal ini karena tuntutan hidup semakin hari semakin tinggi.

Semakin cepatnya pergerakan modernisasi menyebabkan tumpukan tuntutan hidup yang semakin ‘dikejar dead-line’. Akibatnya, meskipun sehari semalam tetap 24 jam, seminggu tetap 7 hari, dan setahun tetap 365 hari serasa tidak cukup waktu untuk mengerjakan semuanya, dan ya!, tekanan hidup dan penghidupan makin tinggi. Franchisers dan entrepreneurs mengambil peluang bisnis diantara itu dan mencoba membawa solusi alternatif yang terbukti efektif, fast food (yang sebenarnya lebih cocok disebut ‘junk food’). Lelah di kantor, berkembang paham baru instanisme; alkohol, soda, dan rokok memberikan peluang untuk sedikit melepas penat. Sayangnya, sudah banyak salah sasaran dan korban berjatuhan akibat pemahaman yang sangat jauh dari benar. Mobilisasi dan industrialisasi memperkenalkan kita pada asap knalpot dan asap industri. Yang lain? you name it!

Saya pikir, tidak ada yang tidak sepakat bahwa semua itu memojokkan kita pada situasi yang disebut stress. Secara fisik maupun mental kita pasti ter-expose oleh stressor dan pasti mengalami stress. Stressor adalah segala sesuatu yang menimbulkan respon tubuh (fisik dan psikososial) akibat menghadapi kondisi lain dari sebelumnya, atau kita kenal dengan stress. Stress sebenarnya bukan sesuatu yang mengancam, namun respon lanjutan terhadap stress-lah yang bisa saja membawa masalah, terutama kesehatan. Jika stress bisa diatasi dengan baik, dan kita mampu beradaptasi dan mengatasinya (eustress), tubuh akan meningkatkan kapasitasnya. Sebaliknya, jika tubuh dan pikiran gagal beradaptasi dan tidak dapat mengatasi stress (distress), reaksi-reaksi kita akan cenderung merusak. Bisa saja dari sekedar bad mood sampai dengan tindakan yang bahkan di luar akal sehat, dan dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama dapat memicu berbagai penyakit degeneratif. Seperti hipertensi, yang akan kita bahas kali ini.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah keadaan tekanan darah sistolik >140 mmHg dan diastolik >90 mmHg, yang dapat terjadi secara herediter (genetik diturunkan) atau pun penurunan kualitas pembuluh darah akibat kehamilan, proses penuaan, endapan LDL kolesterol atau akibat merokok, dan mungkin karena peningkatan viskositas (kekentalan) darah akibat diabetes melitus. Disamping itu, kerusakan fungsi ginjal dan kelenjar adrenal, serta hati akibat penggunaan berlebihan dan penyalahgunaan obat-obatan, alkoholisme, dan berbagai kondisi lain yang merusak kedua organ tersebut juga berdampak terhadap hipertensi. Penyakit ini juga  sudah menjadi salah satu trending issue di daerah-daerah ‘sibuk’ akibat tingginya distress.

Kondisi tekanan darah tinggi sebenarnya adalah tanda bahaya, bukan ancaman yang sebenarnya. Bahaya yang sesungguhnya akan muncul jika hipertensi dianggap remeh. Hipertensi yang terjadi akibat meningkatnya tekanan balik pada jantung, meningkatnya ketegangan pada pembuluh darah, dan kecepatan aliran darah pada organ-organ vital yang dilaluinya-lah (dan beberapa kondisi lain) yang menjadi kondisi rentan. Hipertensi yang tidak tertangani dengan baik dapat menyebabkan gagal jantung, kerusakan pada ginjal, penurunan kualitas pengelihatan sampai kebutaan, sampai dengan pecahnya pembuluh darah di otak atau stroke. Kalau sudah begini, kondisi penderita yang frustrative baik bagi dirinya sendiri maupun orang-orang yang hidup disekitarnya, akan menurunkan kualitas hidup mereka, bahkan sampai dapat meningkatkan resiko kematian akibat distress lain dan dan berujung pada kegagalan fungsi vital (kehidupan) penderita dan orang-orang di sekitarnya.

Hipertensi mungkin dikenali melalui gejala yang dirasakan penderitanya. Nyeri kepala dan di area tengkuk, pengelihatan kabur, nyeri pada mata, pandangan kabur, pusing, dan mual merupakan gejala yang sering muncul selain tanda pasti hipertensi yang diketahui melalui pemeriksaan tekanan darah oleh tenaga kesehatan yang berkompeten. Namun, hipertensi tidak selalu disertai gejala-gejala khasnya, dan hal ini meningkatkan resiko bahaya oleh karena gejala yang tidak dirasakan oleh penderitanya. Oleh karena itu pada kelompok usia di atas 30 tahun, pria dan wanita, bermasalah dengan pekerjaan dan atau keluarga, kegemukan, perokok, alkoholis, dan (mungkin) akseptor KB hormonal sangat disarankan untuk mulai memeriksakan tekanan darahnya secara teratur ke pelayan kesehatan yang berkompeten untuk meminimalkan dampak yang dapat mengancam kesehatan, fungsi optimal fisik, sosial, dan nyawa.

Kesehatan baik fisik maupun mental sesungguhnya bukan merupakan upaya individual, namun terdapat keterikatan kuat antara individu dengan lingkungan sosial dan fisik di sekitarnya. Stress fisik yang didukung distress psikososial merupakan kombinasi yang tepat untuk memunculkan penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes melitus, gangguan mental,  dan yang lain. Gangguan kesehatan seseorang di masyarakat akan berdampak besar. Tidak percaya? Ambil contoh, bagaimana kalau ternyata tetangga sebelah baru saja terdiagnosa atau anda (pembaca) sendiri mengalami stroke (semoga jangan sampai). Anda tidak lagi mengetik dengan dua tangan, penampilan anda berubah, interaksi anda dengan keluarga pasti berubah, dan dengan lingkungan masyarakat juga demikian -dan mungkin, penghasilan anda juga akan terpengaruh. Akibatnya, kondisi masyarakat –baik kantor maupun lingkungan tempat tinggal- yang tadinya stabil, dengan kehadiran penderita penyakit baru, harus menyesuaikan diri kembali dengan perubahan kondisi yang terjadi pada Anda.

Perawat komunitas memiliki posisi vital untuk memperlambat progresivitas distress di masyarakat melalui pembentukan support system melalui peran dan fungsinya. Perawat komunitas, sebagai salah satu tenaga kesehatan profesional yang berhubungan langsung dengan klien dan keluarganya-dalam hal ini penderita atau resiko tinggi hipertensi, memiliki peran penting terhadap prevalensi, morbiditas dan mortalitas hipertensi. Perawat komunitas memiliki tanggung jawab terhadap derajat kesehatan komunitas dan mengimplementasikan peran dan fungsinya melalui aktifitas promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.

Sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan, perawat perlu berkolaborasi tidak hanya dengan tim kesehatan yang lain, namun juga dengan keluarga dan masyarakat yang hidup di sekitar penderita hipertensi. Kerja sama yang dibangun bersama-sama demi optimalisasi kualitas hidup penderita tersebut terutama tentang keteraturan minum obat, aktivitas olah raga, pemeriksaan kesehatan berkala, pengelolaan stress, dan aturan diet. Hal ini perlu dilakukan mengingat bahwa penyembuhan dan peningkatan kualitas hidup seseorang tidak hanya berarti upaya individual, namun sebuah tim yang saling mendukung.

Sebut saja lupa, ketidakpatuhan, atau hal lain yang menyebabkan kegagalan terapi akan lebih kecil kemungkinannya jika elemen pendukung individu sudah saling berkoordinasi dengan baik. Alasan bahwa sistem pendukung ini penting untuk dikoordinasikan adalah karena hipertensi membutuhkan pengobatan berkelanjutan dalam jangka waktu yang lama, memiliki pantangan terhadap kolesterol, alkohol, rokok, stress, dan membutuhkan pemeriksaan berkala serta olahraga teratur. Keuntungan yang lain atau yang disebut collateral effect-nya adalah bahwa masyarakat akan berupaya hidup sehat juga, dan berupaya mencegah kasus baru melalui dinamika-nya yang unik.

Dalam upaya membangun sistem tersebut di masyarakat, peran perawat komunitas sebagai agen pendidik mutlak diperlukan. Pemahaman yang cukup oleh masyarakat diharapkan dapat membangun awareness dan menjadi fondasi terhadap support system yang kokoh. Minimal, masyarakat perlu tahu definisi, tanda dan gejala, penyebab, penanganan, prinsip hidup penderita hipertensi, dan terutama tentang yang harus dilakukan jika mengetahui penderita ataupun terjadi komplikasi di masyarakat. Pendekatan ini mungkin berbeda dengan pendekatan kepada masyarakat ‘barat’ yang cenderung individual, karena masyarakat Indonesia yang cenderung ‘bersosialisasi’. Melalui pendidikan kesehatan yang cukup dan disertai kesadaran kesehatan dipercaya kasus-kasus dini hipertensi dapat ditemukan segera untuk dikolaborasikan bersama tim profesional kesehatan atau sejawat untuk menentukan langkah perawatan selanjutnya.

"Olah raga rutin dan dilaksanakan rutin, meskipun termasuk ke dalam stressor fisik, dipercaya dapat menurunkan stress psikologis dan membuat tubuh lebih bugar dan tidak mudah lelah."

Sebagai dampaknya, perawat komunitas dituntut untuk dapat memberikan pelayanan keperawatan profesional berbasis komunitas untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya-upaya mandiri, kolaboratif, health education, dan monitoring-evaluation. Bahkan lebih jauh, sebagai change agent perawat komunitas dapat mengaktualisasikan dirinya melalui beberapa mini riset yang dapat dilakukan selama menjalankan peran-peran tersebut, dan sekaligus meningkatkan pencitraan sebagai profesional yang exist di tengah-tengah masyarakat.

Dengan demikian melalui pelaksanaan peran dan fungsi perawat komunitas, support system komunitas yang baik, diharapkan stabilitas dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Tentunya peningkatan ini memerlukan kerjasama lintas disiplin dan lintas sektor yang kokoh, sehingga secara umum perawat komunitas menegaskan eksistensinya sebagai profesional yang kompeten. Lebih jauh, perawat komunitas menjadi bangian penting terhadap upaya penurunan prevalensi, morbiditas dan mortalitas penyakit degeneratif yang lain.

refference:

berbagai sumber.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s