Fast and Furious 4: New model. Original parts

fast_furious_poster

Bagi kalian yang termasuk moviebuff, ini adalah salah satu film baru yang termasuk kategori wajib ditonton. Ini adalah sekuel ke empat dari film “The Fast and The Furious”, “To Fast To Furious”, dan “Tokyo Drift”. Cerita yang diangkat dalam film ini mengisahkan cikal bakal adanya “Tokyo Drift” dan menjelaskan mengapa Dominic Toretto bisa sampai ke Tokyo untuk mencoba drifting dan mencari Han, pengemudi Mazda RX-7 berkelir oranye dengan modifikasi liar yang akhirnya tewas dalam balap liar di jalanan malam kota Tokyo.

Han lagi dengan mobil RX-7nya

Han lagi dengan mobil RX-7nya

scene kematian Han

scene kematian Han

Dalam “The Fast and The Furious”, Dominic Toretto (Vin Diesel) bersama Mia (Jordana Brewster) dilepaskan oleh agen polisi yang menyamar sebagai pembalap jalanan dalam upaya meringkus gembong perampok muatan kontainer, Brian O’Connor (Paul Walker). Dom dilepaskan oleh karena O’Conor hutang “ten second car”-Toyota Supra berkelir hijau yang ‘dihidupkan kembali’ setelah dibakar oleh gembong pembalap motor liar di film yang sama. Diceritakan Dom menghilang, dan di sekuel ke-empat ini Dom diceritakan kembali membangun kehidupan liar di negara baru. Film ini sebenarnya mengangkat cerita sebelum adanya seri Tokyo Drift. Jangan salah sob, jangan anggap film ini kurang seru, justru di film ini banyak memakai ‘muscle cars’ sebagai armada perangnya.

29004750474_largethumb1280x1280_3270441823_11714fb1d7_o

Dominic Toretto (Vin Diesel)

Bermula dari ‘karir’ Dom yang baru di Republik Dominika bersama kekasihnya, Letty (Michelle Rodriguez). Disana mereka merekrut dua orang ‘karyawan’ baru asal Donminika dan seorang berkebangsaan jepang bernama Han (Sung Kang Daisuki) dalam menjalankan aksinya membajak truk-truk gandeng pengangkut BBM. Jangan salah, yang dimaksud truk gandeng di Republik Dominika bener-bener gendeng. Total jumlah gandengannya ada lima! Kebiasaan Dom dan kawan-kawan itu dicium oleh polisi setempat. Berita itu disampaikan oleh Han kepada Dom dari orang kepercayaannya. Menurut berita dari Han, Dom dan Han menjadi target berjalan para polisi setempat. Atas saran dari Dom Toretto, Han pulang ke Tokyo dan menjawab saran itu dengan kalimat, ”Kudengar ada balap-balap yang cukup menyenangkan di Tokyo”.

Pembajakan truk pengangkut BBM. . .it's an adrenaline rush scene sob!

Pembajakan truk pengangkut BBM. . .it's an adrenaline rush scene sob!

Letty

Letty

Malam itu juga, setelah pesta habis-habisan dengan ratusan wanita ber-bikini, Dominic berangkat ke Panama tanpa pamit dan meninggalkan pesan kepada Letty dengan maksud agar tidak ikut-ikutan menjadi ‘target berjalan’.Beberapa bulan di Panama, Dom mendapati Mia menangis di telepon, Letty tewas. Dom pun kembali ke L.A. untuk menuntut balas atas kematian kekasihnya itu.

Usut punya usut, ternyata Letty tewas setelah disusupkan oleh Brian O’Conor dalam penyelidikan terhadap kartel narkotika terbesar yang di-pentol-i oleh seseorang yang bernama Braga. Demi menjaga kerahasiaan dan keamanan transportasi darat narkotika Meksiko-Amerika itu, Braga membayar pembalap liar L.A. melalui audisi balap jalanan, dan benar-benar hanya mambayar untuk sekali aksi. Karena sesampai di tempat tujuan bongkar muat di sebuah padang pasir di Meksiko, para pembalap liar itu dieksekusi mati oleh anak buah Braga bernama Fenix. Kira-kira begitulah bagaimana tewasnya Letty dijelaskan.

Kembalinya Dominic Toretto ke L.A. setelah sempat menghilang lebih kurang lima tahun menarik perhatian L.A.P.D yang telah bekerjasama cukup lama dengan FBI, utamanya O’Conor. Jobdesc O’Conor adalah meringkus Braga, sedangkan orientasi Dom membunuh Fenix, tangan kanan Braga. Berdua mereka kembali bekerjasama setelah mengawali kembali hubungan lama mereka yang sempat rusak dan masih rusak sampai mendekati akhir cerita.

Brian and His Blue R34 Skyline

Brian and His Blue R34 Skyline

Braga's Audition

Mereka menyusup dalam audisi jalanan yang diadakan Braga, dan berhasil menjadi dua dari empat anggota pengirim uang hasil transaksi besar-besaran ke Meksiko melalui jalur darat dengan panduan GPS dan techno-techno autoparts yang top abis. Benar saja, sesampai di tempat tujuan mereka hendak dieksekusi mati oleh Fenix. Dom yang sejak kecil sudah bersahabat baik dengan mesin dan bahan bakar, tak kurang akal untuk menghindari ajal yang dianggapnya terlalu awal. Sebelum dihabisi oleh Fenix, Dom menyulut pemantik api di mobilnya dan sengaja membocorkan NOS-nya. Tepat sesaat sebelum pelor meloncat muntah dari mulut pistolnya, Buuum, keempat mobil meledak semua dan dia bersama O’Conor berhasil membawa kabur uang transaksinya sejumlah USD 60 juta.

Sebuah kesepakatan dicapai, jika Brian berhasil meringkus Braga, maka Dom bebas. Begitulah kesepakatan yang diajukan Brian kepada kepala L.A.P.D yang dalam hal ini dibawahi langsung oleh FBI. Namun sayang transaksi terselubung yang digawangi Brian dirusak oleh rekan kerja Brian yang sok pintar, sehingga Dom kembali menjadi target buruan L.A.P.D dan Braga melarikan diri, sementara Brian dibebastugaskan. Mau tidak mau akhirnya Brian dan Dom bekerjasama lagi untuk meringkus Braga di kampung halamannya, Meksiko. Karena serunya, sampai rasanya akan terlalu ribet menceritakan bagaimana adegan kejar-kejaran yang berdurasi sekitar sepuluh menit dalam film tersebut.

Di akhir cerita, Dom berhasil membunuh Fenix, dan Braga diringkus, Dom menyerahkan diri. Usaha yang dilakukan Brian untuk membebaskan Dom dari segala tuntutan gagal, dan Dom dijatuhi hukuman penjara 25 tahun tanpa potongan masa tahanan dan kemungkinan pembebasan bersyarat di Lompoc, penjara yang pernah dihuninya saat di seri pertama “The fast and The Furious”. Tidak berhenti di situ saja, kekecewan Brian menghantarkannya untuk memilih jalan bersama Mia, adik Dom dan kawan-kawan lamanya dengan armada mereka yang super deh untuk mem’begal’ bus pengangkut tahanan yang membawa Dom dalam perjalanan ke Lompoc. Mungkin itulah sob, yang menyebabkan Dom muncul di ending sekuel ketiga, “Tokyo Drift” dengan muscle car-nya.

Dominic Toretto (Vin Diesel) di ending Tokyo Drift

Dominic Toretto (Vin Diesel) di ending Tokyo Drift

Bheeh ga rugi deh dijamin klo kmu sob, nonton sekuel ke-empat ini. Banyak yang ga bisa diceritakan dari adegan-adegan yang memacu adrenalin dan visual efect yang ngena banget meskipun tidak banyak. Mungkin itu juga yang menjadi nilai jual film ini, terlalu banyak adegan yang sangat real dan butuh beberapa pro class-driver aja untuk melakoninya. Sudahlah sob, tonton ini film, ga pake mikir lama tiket selalu sold out di Surabaya tuh. Triknya kalo di Surabaya adalah…pertama, cari tempat yang jarang orang berpikir nonton di sana, Galaxy mall. Karena lebih sepi dari mal-mal lain di Surabaya, terus yang kedua. . .pesen tiket malem tapi ngantri siang. Boleh dicoba tuh, dan selama ini Ane selalu dapet tiket sob. Selamat nonton deh, klo ngerasa rugi boleh komplain ke XXI, jangan ke Ane yaph! Cuz Ane cuma ngrasa film ini bagusan ketimbang “Tokyo Drift” yang secara jalan cerita datar meskipun efek memuaskan, lebih bagus dari “To Fast and To Furious” yang cuma pamer ratusan mobil mod-ster keren.

Iklan

Study in Nederland: One Way Ticket to Global Community

110060251Belanda mungkin satu-satunya negara di benua Eropa yang memiliki ikatan budaya sangat kuat dengan Indonsesia. Secara sebelah mata mungkin kita bisa mengatakan pendudukan Belanda di Indonesia selama lebih kurang tiga setengah abad adalah bentuk pengerukan potensi nusantara tanpa kompensasi yang disebut dengan penjajahan. Namun jika kita telaah lebih jauh, ternyata pada jaman pendudukan tersebut juga banyak meninggalkan hal-hal positif yang justru perlu ditindaklanjuti dan terus dikembangkan. Sebagai contoh adalah pembangunan bidang aliran air, gedung bertigkat untuk perkantoran, terowongan kereta api, dan pendirian sekolah-sekolah sebagai media peningkatan kualitas sumber daya manusia, meskipun saat itu hanya terbatas untuk kalangan sinyo dan nonik belanda serta sebagian kalangan ningrat pribumi. Sebut saja contohnya sekolah kedokteran jawa atau Ned Indische Artsen School (NIAS), dan Fakultas Kedokteran Gigi (STOVIT). Secuil bukti sejarah di Indonesia itu nampaknya menunjukkan bahwa Belanda sejak jaman baheula sudah sangat concern pada modernisasi dan pembangunan di segala bidang, baik segi pemanfaatan dan pengembangan potensi sumber daya alam, Ilmu pengetahuan dan teknologi, maupun sumber daya manusia.

diunduh dari sibermedik.files.wordpress.com

diunduh dari sibermedik.files.wordpress.com

Paradigma lama itu kini telah banyak berubah. Kini pemerintah kerajaan Belanda membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin mencicipi pembelajaran, pekerjaan dan hidup di negeri kincir angin tersebut, dan bahkan banyak keuntungan yang ditawarkan jika kita memilih Belanda sebagai negara tujuan studi. Salah satunya adalah selain memiliki kedekatan budaya kuat dengan Indonesia, Belanda memiliki sejumlah universitas kelas dunia. Sebut saja Delft University of Technology, University of Amsterdam, Uthrecht University, Leiden University, Maastricht University, Erasmus University Rotterdam, Eindhoven University of Technology, Wageningen University, University of Groningen, VU university Amsterdam, dan InHolland University yang masuk dalam daftar top universities tahun 2008. Penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar kuliah di semua universitas dan di berbagai sendi kehidupan di Belanda juga menjadikan daya tarik tersendiri bagi masyarakat dunia untuk melanjutkan studi maupun bekerja di sana.

Modernisasi yang terjadi di negara Belanda tidak lantas menjadikan warganya menjadi tidak ramah. Hal ini mungkin disebabkan oleh tingkat kemajemukan yang sangat tinggi. Sebagai catatan, pada tahun 2008 negara Belanda dihuni oleh hampir dari 200 suku bangsa dari berbagai negara. Kemajemukan ini nampaknya menjadi faktor kuat mengapa hampir 80% warga Belanda mampu menggunakan bahasa Inggris dengan baik.

Perhatian pemerintah Belanda terhadap kesejahteraan penduduknya cukup besar bila dibandingkan dengan negara lain di Eropa. Sebagaimana arti kata “Netherland” atau ‘Kerajaan tanah rendah’, Belanda yang berada pada ketinggian 5 meter dibawah permukaan laut mampu menyediakan rasa aman dan nyaman untuk tinggal dan menetap tanpa perlu dihantui perasaan takut tenggelam. Kenyamanan tinggal di Belanda juga didukung oleh transporasi masal yang nyaman, ketertiban penggunaan dan pemeliharaan fasilitas umum, dan keterjangkauan sarana-prasarana penunjang lainnya. Tentu saja hal seperti ini turut mempengaruhi animo masyarakat dunia untuk mengunjungi negara yang juga dikenal karena bunga tulipnya tersebut. Tidak heran jika 18% dari 16 juta lebih penduduk Belanda adalah penduduk asing dari berbagai negara.

Di bidang pendidikan, kemudahan akses yang diberikan oleh kerajaan Belanda, mampu mengundang ribuan pelajar dan calon pelajar dari berbagai negara di dunia. Program Internasionalisasi pendidikan kerajaan Belanda diwujudkan dengan pembukaan akses yang mudah dan seluas-luasnya bagi masyarakat dunia, serta tidak perlu kaya untuk bisa mencicipinya. Di Indonesia, salah satu akses tersebut diwujudkan dalam bentuk hubungan diplomatis yang baik di bidang pendidikan. Melalui NESO, dan berbagai program beasiswa yang ditawarkan contohnya. Hal tersebut menjadi kesempatan emas bagi warga dunia untuk mengembangkan potensinya melalui studi berkelanjutan di Belanda. Bagi kerajaan Belanda, keadaan tersebut sangat membawa dampak terhadap pergaulan internasional negara Belanda dan negara-negara terkait melalui terbukanya kesempatan yang luas untuk saling bertukar informasi budaya, sosial politik, dan tidak menutup kemungkinan pembukaan jejaring kerja internasional, sehingga membuat arus modernisasi di segala sektor berjalan sangat cepat.

Kesamaan budaya, kemudahan berbahasa, keramahan dan keberagaman penduduk, serta yang terpenting adalah pendidikan bertaraf internasional adalah sebagian kecil alasan utama mengapa memilih Belanda. Kemudahan akses bagi semua bangsa menimbulkan kemajemukan di Belanda. Tidak salah jika kesempatan untuk belajar di Belanda menjadi ‘ticket to a global community’ untuk mengembangkan diri menjadi ‘a world class citizen’.

Ya, saya berminat untuk mencicipi!


Waspada Pilih Kucing Dalam Karung Bernama Pemilu Legislatif 2009

Pesta demokrasi rakyat Indonesia segera dihelat pada 9 april mendatang. Dengan mengatasnamakan kepedulian yang tinggi kepada bangsa ini, kampanye ramai diselenggarakan oleh sejumlah partai lama maupun baru. Hampir semua lapisan masyarakat dicekoki dengan pendidikan politik kilat yang bahkan terkesan dipaksakan. Bagaimana tidak, bahkan sebagian pemimpin bangsa ini tengah menggodok ‘fatwa’ tentang pemilihan umum calon legislatif tersebut. Sehingga masyarakat yang memilih untuk tidak menyalurkan aspirasinya akan (entah jadi atau tidak) dianggap haram.

Pemilu legislatif 2009 mendatang dipisahkan dengan penyelenggaraan Pemilu capres dan cawapres pada September 2009. Sebagaimana diketahui bersama bahwa kelak akan ada empat lembar kertas suara yang akan digunakan dalam pemetaan anggota legislatif terpilih. Keempat kertas suara tersebut terbagi atas pemilihan untuk caleg DPRD kota/ kabupaten, caleg DPRD propinsi, caleg DPR-RI, dan Dewan Perwakilan Daerah. Dalam kertas suara untuk pemilihan caleg DPRD dan DPR-RI, rakyat dihadapkan pada pilihan yang sulit. Selain dengan mencontreng nama ataupun nama caleg pilihan sebagaimana yang telah disosialisasikan melalui media cetak dan elektronik. Akan lebih sulit lagi pada kertas pemilihan calon perwakilan daerah yang berisikan 50 sampai 100 fot0.

Rakyat yang tidak siap terhadap metode baru ini jelas tidak dapat kemudian di’haram’kan secara serta merta. Menjadi golput tampaknya akan menjadi pilihan segelintir masyarakat yang tidak menutup kemungkinan sebagian diantara mereka bahkan akan berasal dari kalangan masyarakat terdidik dan kaum profesional. Jika sebuah partai mengajukan tiga sampai dengan lima orang caleg, bisa diperkirakan berapa puluh nama caleg yang harus dipilih oleh calon pemilih. Seperti ungkapan memilih kucing dalam karung, seseorang yang fanatik terhadap partai tertentu tampaknya harus berpikir dua kali untuk menentukan pilihannya. Lebih dari limapuluh persen DCT tidak dikenal oleh rakyat. Hal serupa juga terjadi pada surat suara calon DPD kelak.

Maraknya partai yang memanfaatkan artis ibukota sebagai anggota calon legislatif tampaknya menjadi sebuah alternatif solusi untuk meningkatkan popularitas partai yang bersangkutan. Tidak perlu berpusing-pusing dengan urusan kampanye yang menelan dana besar serta bukan jamannya kampanye monolog kolosal sepertinya menjadi dasar pemikiran pengambilan langkah tersebut. Menilik sebagian besar masyarakat yang mencintai sinetron di layar kaca, sepertinya partai-partai yang menggunakan artis sebagai garda terdepan dalam mendongkrak perolehan suara boleh berpikir optimis menang dalam pemilu mendatang, dan kepentingan-kepentingan golongan berbicara dalam periode lima tahun mendatang. Lantas akan dibawa ke arah mana bangsa ini berjalan.

Keadaan seperti ini perlu perhatian mendalam. Metode seperti ini sepertinya berorientasi kepada kuantitas suara yang diperoleh dan bukan pada kualitas suara rakyat yang akan menentukan pada kualitas para calon wakil rakyat. Peliknya peta persaingan parpol seharusnya tidak menjadi sebuah alasan penurunan kualitas suara rakyat kelak. Semakin banyaknya partai baru yang muncul seharusnya tidak menjadi halangan untuk menggalang suara yang berkualitas. Sensitivitas terhadap kebutuhan rakyat sebagai calon simpatisan partai bersangkutan yang seharusnya dibangun, melalui pencanangan pendidikan politik yang merakyat dan mudah dimengerti misalnya. Sehingga kualitas suara yang diperoleh dalam pesta demokrasi rakyat akan ter-representasikan pada kualitas sumber daya wakil rakyatnya dan menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang kokoh secara kualitas bukan hanya kuantitasnya.

Sebuah Inovasi Dunia Penerbangan

Terobosan teknologi ramah lingkungan menjajaki satu wilayah baru. Setelah sukses merilis teknologi hybrid yang diproyeksikan akan menggeser teknologi  combustion engine dengan varian-varian ‘irit’ BBM-nya, pada 30 Desember 2008  Air New Zealand sukses mengujicobakan minyak nabati jatropha atau biofuel sebagai bahan bakar yang mampu menerbangkan Boeing 747-400 sampai ketinggian 10.600 meter selama dua jam. Nyatanya, dengan komposisi fifty-fifty dengan A1 (bahan bakar pesawat saat ini-red.) pada uji coba penerbangan perdana tersebut daya dongkrak mesin yang dihasilkan tidak jauh berbeda dibandingkan dengan menggunakan A1 murni. Bahkan dinyatakan dengan komposisi tersebut, emisi yang dihasilkan dapat ditekan sampai dengan tersisa seperempat dari emisi pesawat yang sama dengan bahan bakar standar. Jelas hal ini menunjukkan ‘keramahan’ mesin terhadap lingkungan.
Selama ini yang menjadi kandidat bahan asal biofuel adalah ethanol yang dihasilkan dari jagung. Tentu saja sejak awal menjadi perdebatan banyak kalangan karena akan memunculkan masalah baru. Ketahanan pangan dunia menjadi terancam oleh karena perpindahan ‘fungsi’ jagung dari bahan bakal makanan menjadi bahan bakar minyak yang menjadi sumber tenaga mesin. Sebelum keruwetan perundang-undangan internasional ikut serta meributkan peralihan ini, inventor-inventor kelas dunia berhasil mencoba mengganti kadidat ethanol jagung dengan jatropha. Jatropha adalah sejenis tanaman yang hanya tumbuh di daerah beriklim tropis dan bukan dari jenis komoditi pangan yang tidak akan pernah diributkan berdampak pada kenaikan harga pangan di kemudian hari. Sampai dengan berita ini dilansir, tumbuhan asli Meksiko ini belum pernah diproduksi secara masal untuk kepentingan komersial. Tanaman ini termasuk jenis yang tidak rewel, tergolong mudah dikembangbiakkan karena hanya butuh sedikit air, dan bahkan dapat hidup di tempat gersang. Saat ini perusahaan Air New Zealand dan perusahaan terkait sedang mengusahakan agar biofuel menjadi bahan bakar pesawat pengganti bahan bakar fosil berlisensi. Meskipun saat ini biaya produksi biofuel terbilang mahal, optimisme pakar teknologi penerbangan internasional memproyeksikan pada 2013, sekitar sepuluh persen kebutuhan kebutuhan bahan bakar pesawat didapatkan dari biofuel.
Mengingat lagu kolam susu milik Koes Plus, Indonesia sebagai negara subur beriklim tropis sepertinya perlu melirik sebuah peluang yang ditawarkan proses peralihan teknologi penerbangan ini. Selain pernah mampu memproduksi pesawat komersial sendiri, mungkin saat ini yang dapat dijadikan sebuah peluang menambah ‘penghasilan’ negara adalah dengan memulai penanaman tanaman jatropha. Selain diharapkan dapat menghijaukan kembali bumi, jika proyeksi 2013 tersebut dapat direaliasasikan maka penduduk Indonesia yang saat ini masih banyak menganggur karena berbagai hal akan dimungkinkan dapat merasakan juga betapa ‘hijau’nya kantong dan dompet. Sebagaimana telah disebutkan di atas, beberapa daerah tertinggal di Indonesia, utamanya di wilayah Indonesia timur dapat diberdayakan dengan mengatasnamakan pemerataan pembangunan. Jika untuk mengujicobakan penerbangan Boeing di Wellington New Zealand kemarin  pemerintah setempat mendatangkan minyak jatropha yang melibatkan lahan seluas 125 ribu hektar, bayangkan luas wilayah Indonesia yang akan merasakan pemerataan pembangunan jika sebagian dari sepuluh persen tersebut sebagian didatangkan  dari negara kita tercinta. Meskipun tidak terlibat secara langsung pengembangan teknologi ramah lingkungan, boleh diharapkan negara kita setidaknya menjadi lebih kaya karena mampu memanfaatkan potensi alam yang telah diwariskan oleh leluhur untuk kita dan anak-anak bangsa di masa depan.
Sumber : Jawa Pos, 31 Desember 2008

Harga Naik Kualitas Naik Juga-Tapi sedikit banget

Panggilan kerja kemaren bukannya bikin seseorang senang ato mau bilang “happy”.

Selasa: dengan hati yang deg-degan nungguin berita dipanggil kerja ato engga, secara sang ‘orang kepercayaan’-begitu cara gue nyebut tim HRD-udah janji bakal nelpon ‘para mangsa’ yang akan direkrut menjadi pegawai baru.  Nyatanya sampe jam  1 siang  engga ada telpon ato sms dari manapun. Yaach. . .sudahlah batinku. Tapi keisengan keingintahuan berkata lain, dan memaksa nelpon ‘orang kepercayaan’ cuma buat nanyain gue ketrima ato engga. Hasilnya  adalah gue ketrima! Sialnya ‘orang kepercayaan’ janjiin lagi nyuruh gue nugguin buat ambil surat sejam lagi. Emang dasar kentut, udah ditungguin ampe dua jam lebih 45 menit kagak ada nongol! Ujung-ujungnya adalah dia sms buat ngambil surat pengumuman untuk panggilan kerja besok paginya ato Jumat. Kurap Sarap!!

Karena duit nipis n ga mungkin buat gue ngutang-malu-ke temen ato bokap, gue putusin buat pulang kampung dan berpura-pura bikin surprise ama emak alih-alih mo ngasih tau kalo anaknya ni udah ketrima kerja. Akhirnya dengan susah payah nyampe juga gue ke rumah. Voila! Beneran, setelah emak tau anaknya ketrima kerja, doski seneng banget coy.

Masalah muncul pas emak nanyain mulai kerja kapan. Dengan santai gue jawab…’tunggu telpon aja Mak!!’, ‘ dari orang kepercayaan’ hehehehe. . . Hancurnya adalah, Rabu pagi gue nyampe rumah, siangnya gue di -sms ma temen gue  yang barengan nglamar n barengan juga ketrima n pagi itu udah ngambil surat panggilan kerja. Buruknya, gue masuk kerja hari jumat pagi jam 08.00. Kutil gede di pantat!! gimana ga sebel, buat pulang kampung aja udah 6,5 jam perjalanan, capek belum ilang udah kepaksa balik. Ya udah gue jalani aja deh nasib. Syukur bokap masih mau ngasih duit buat balik kucing n kerja.

Kamis Malem: Engga biasa-biasanya kereta mulur dateng di stasiun mpe jam  11 malem. Gue engga gitu peduli sich, telat nyampe juga palingan sejam. artinya mentok gue punya cadangan waktu setidaknya sejam buat prepare ke kantor buat ngehadirin pangilan. Fiuuh. . .

Kereta akhirnya dateng jam 11.05 malem, mulur setengah jam persis dan cuma 3 menit persis dia berangkat meninggalkan stasiun tempat gue ‘nyegat’ keretaapi itu. Ga lama ‘hinggap’ di kursi yang nyaman, mata gue dah ngantuk dan tidurlah diriku ini. Untuk beberapa lama akhirnya gue bangun pas jam 2 malem dan ternyata kereta kagak jalan udah 2 jam. Mati aku!! bakalan telat nyampe n Ngantor di hari pertama. .

Beneran ajah, gue nyampe jam 09.30 dan sampe kantor jam 10.30 siang dan rapat udah dimulai n aq dah kelewatan sesi orientasi. Huuuh, untungnya ‘orang kepercayaan’ mau percaya ma gue yang telat karena ada kereta anjlok di depan kereta yang gue naikin trus kepaksa ‘beristirahat’ di stasiun antah berantah-waktu itu gelap n papan nama stasiun kaga bisa gue baca-selama lebih dari dua jam. Dan gue sekarang masih diijinkan untuk berusaha meyakinkan kantor gue kalo gue ni punya kualitas dan pantes kerja di sono.

Menyebalkan bukan angkutan umum di negeriku Indonesia tercinta ini, padahal BBM udah diturunin lagi secara bertahap ama pemerintah. Harga tiket angkutan naik, dan kereta yang gue naikin udah hampir 95% kenaikannya kagak ikut turun. Padahal khan mereka kagak ikutan pusing bayar BBM? ? ?!!! Peningkatan pelayanan sih ada. Selama di atas kereta, gue dapet bantal, selimut hangat ma segelas Aqua. Lebih dari itu engga sama sekali. Cat tetep, kursi tetep, kualitas rel tetep, bangunan stasiun tetep, ketusnya petugas juga tetep. Pas kereta kepaksa berhenti, gue nyoba nanya ma petugas stasiun tentang apa yang terjadi, cuma jawab “MASUK KERETA AJA MAS”. gitu juga pas gue nanya ma kepala stasiunnya. Taunya gue klo ada kereta anjlok justru dari Bapak masinis berbaju kumal.

Haduuuwh. . .  Indonesiaku koq gini yach. BBM dah turun, harga tiket kereta naik hampir 95%, peningkatan kualitas layanan cuma 15%. Yang 30% kemana sich. . .